Petrikor
Saya baru sadar ada yang hilang dari musim hujan tahun ini.
Pernahkah Anda mengalami saat hujan baru mulai turun, tercium aroma yang khas? Buat saya baunya seperti gabungan tanah lembap, daun yang diremas, kulit kayu yang baru dikupas dari batangnya, dicampur lumut segar. Aroma yang muncul berbarengan ketika telinga menangkap suara tetesan hujan yang pertama kali menepuk tanah. Lalu ketika indera kita yang lain ikut menghidu, muncul rasa tenang, segar, lega.
“Ah, sok puitis kali kau. Petrikor lah itu namanya,” kata seorang teman. Buat dia semua hal bisa dijelaskan secara ilmiah. Pantas saja dia tidak punya pacar sampai sekarang. Tapi dia benar. Saya baru sadar aroma itu punya nama. Coba cari di Google, karena itu yang saya lakukan.
Istilah petrikor atau petrichor pertama kali diperkenalkan tahun 1964 oleh dua ilmuwan Australia, Isabel Joy Bear dan Richard Grenfell Thomas, untuk menggambarkan bau ketika hujan pertama menyentuh tanah kering. Saat masa kering, tanah menyerap minyak alami yang dilepas tanaman, lalu bercampur dengan senyawa yang dihasilkan bakteri di dalam tanah. Ketika hujan turun, senyawa dan minyak tadi terangkat ke udara bersama percikan halus air. Itulah yang kita cium sebagai petrikor.
Tapi buat saya, petrikor jauh dari sekadar istilah ilmiah. Ia membawa rasa lega setelah sekian lama tanah mengering. Ia juga membawa turun kenangan. Saya masih ingat pertama kali mengenal aroma ini di rumah kami dulu, di sebuah desa di Lampung yang dikelilingi pohon-pohon besar dan belukar meranggas. Saat hujan pertama menyentuh tanah, aromanya lepas ke udara, masuk ke kamar lewat jendela, lalu menetap di kepala sampai sekarang.
Dan pagi ini saya sadar, sudah lama tidak mencium aroma petrikor. Mungkin karena halaman di sekitar rumah sudah tidak lagi berupa tanah, melainkan semen dan paving. Tidak ada lagi tempat bagi bau tanah itu untuk muncul.
Bau tanah.
Ternyata bisa jadi sesuatu yang dirindukan.
Tangsel,
Minggu, 25 Januari 2026
*lagi ngetik sambil dengar On Golden Pond-nya Dave Grusin untuk yang kesekian juta kali :)